“Ikatkanlah sorban di seputar hatimu
Sebelum kamu  mengikatkannya di kepala.”

“Apakah kamu ingin mencintai Allah Yang Maha Kuasa?
Maka cintailah kebenaran.”
Kunta Khadji



Kunta-hadji

Oleh Said Khamzat Nunuev

Asya Umarova, age 16 pencil
Unknown
Unknown
Oznieva Aset, age 17
Alieva Zulikhan, age 18 watercolor
Asya Umarova, age 16 pencil

Dalam Bahasa Chechnya kata “Evlia” artinya “orang suci”. Orang suci yang paling terkenal di Chechnya adalah Sheikh Kunta Khadji, anaknya Kishi. Dia lahir sekitar tahun 1830 di Desa Isti Su. Sebagai seorang Sufi, dan pendiri Mouride Brotherhood,  dia diakui dan dihormati di seluruh kalangan Islam.

Ketika masih kanak-kanak, Kunta Khadji bersama orang tuanya pindah ke Desa Isklan Urt – di tempat pemukiman orang Chechen wilayah Nokhch Mokha di Ichkeria. Pada masa mudanya dia bekerja sebagai seorang imam dan guru.

Di masa itu orang-orang Chechnya kelelahan, bahkan sampai putus asa karena perang dengan Tsar Rusia. Kemudian mereka mendengar pesan dari Kunta Khadji, yang berbicara tentang perdamaian, ketenangan, kerukunan dan kesatuan melalui iman dan niat baik. Sejak itu pegunungan Etran yang disinari matahari yang letaknya di atas Notch Mocha, menjadi tempat suci.

Tak diragukan, Kunta Khadji muncul disaat yang paling dramatis dalam sejarah umatnya. Khotbah dan ajarannya menyelamatkan jiwa orang Chechnya dari penderitaan yang tak terbayangkan – bukan hanya saat itu, tetapi juga di waktu selanjutnya. Mouride Brotherhood, yang menyandang namanya, telah mengumpulkan banyak khotbah dan pernyataannya. Koleksi ini memberikan kesaksian terbaik tentang semangat dan isi ajarannya.

Bahkan sebagai seorang anak, Kunta Khadji bertanya pada generasi yang lebih tua. Mengapa orang pergi berperang? Mengapa mereka membunuh satu sama lain? Mengapa ada kejahatan di dunia? Mengapa Tuhan tidak menghapus saja semua keburukan manusia?

Kunta Khadji berusaha mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut – dan juga banyak pertanyaan lain – di dalam buku keagamaan Zhains. Dan ketika ia tumbuh dewasa, ia pergi ke Arab Timur / Arabia, di mana nilai-nilai kebajikan dan pencerahan Sheikh diajarkan di sekolah-sekolah tinggi Islam.

Sayangnya kita tidak tahu persis di mana dia belajar, tetapi ia menghabiskan waktunya di Saudi Arabia bagian Timur (vostok arabskiy) selama bertahun-tahun dan kembali ke Chechnya sebagai Penganut Tasawuf – Aliran Islam yang cinta damai.

Hal ini terjadi pada pertengahan abad ke sembilan-belas. Kemudian terjadilah “Perang Kaukasus” yang berkecamuk di Chechnya dan Dagestan. Imam Shamil memimpin orang-orang pegunungan, untuk berusaha melawan kekaisaran Rusia dengan kekuatan senjata. Tetapi Kunta Khadji mencari penyelesaian perbedaan dengan Rusia secara damai.

Dia tahu betul bahwa semua perlawanan terhadap kekuasaan Tsar akan mengarahkan orang-orang Chechnya ke arah kehancuran. Oleh karena itu, dia terpaksa mengubah gagasannya, dengan mengubah dataran tinggi jauh dari pertumpahan darah menuju jalan damai. Prinsip-prinsip Tasawuf bertentangan dengan orang-orang Gazavat, yang menuntut perang sampai memperoleh kemenangan akhir.

Sejarah membuktikan hasil yang berbeda  antara “Imam” (Shamil) dan “Evlia” (Kunta Khadji) sangat jelas. Penakluk datang bersenjata dengan kekuatan dan kekejaman yang luar biasa. Perlawanan yang berlarut-larut menyebabkan dataran tinggi di Kaukasus Utara rusak. Shamil, melahirkan “Gazavat”, menjadi tamu kehormatan Tsar Rusia, dan mengakhiri hari-harinya di kota suci Mekah. Disisi lain, Kunta Khadji menghabiskan seluruh hidupnya dengan memberitakan kerukunan kembali, perdamaian, kemurahan hati, dan keadilan. Namun ia ditangkap atas perintah Alexander II pada musim dingin tahun 1864. Dia dipenjara di Novocherkassk dan Ustyuzhino, dan diperlakukan seperti penjahat biasa.

Kunta Khadji, memang suci, mengalami kesepian, kedinginan dan kelaparan. Beberapa surat dari Syekh akhirnya dapat disampaikan ke keluarga dan orang-orang di lingkungannya, dan menjadi kesaksian persidangan terhadap kesulitan-kesulitan ia selama ditahan, yang ia jalani dengan bermartabat dan sabar.

Orang dari berbagai keyakinan mengajak umat manusia berjuang untuk kebaikan, berperasaan dan bermurah hati. Salah satu dari mereka adalah orang Rusia, Leo Tolstoy, dan orang Hindu, Mahatma Gandhi, dan orang Chechnya, Kunta Khadji.

Sampai hari ini orang-orang Chechnya mengingat kata-katanya :

Mengalahkan kejahatan dengan kebaikan dan cinta.

Mengatasi keserakahan melalui kemurahan hati.

Meninggalkan kebohongan dengan berkata benar.

Mengatasi ketidakpercayaan dengan iman.

Pepatah Adat Chechnya :

  1. Kebaikan dan kejahatan kembali ke penciptanya.
  2. Semua pasti berlalu, tetapi kebaikan kekal abadi.
  3. Kata-kata yang baik adalah harta yang tak ternilai.
  4. Pikirkan dulu sebelum melakukan kejahatan. Tak menyia-nyiakan waktu untuk berbuat kebaikan.
  5. Melakukan kebaikan secara diam-diam. Jangan diwartakan.
  6. Seorang tetangga yang baik, lebih berguna daripada saudara yang jauh.
  7. Kata-kata yang baik bisa memindahkan gunung.

“Tie a turban round your heart
Before you tie it on your head.”

“Do you desire to love Allah the Almighty?
Then you must love righteousness.”

Kunta-hadji